Mangrove Kotabaru Dapat Perhatian Wisatawan Jerman

Hutan Mangrove

Hutan Mangrove

SWARA SAIJAAN – Obyek wisata hutan mangrove di Desa Langadai, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mendapatkan perhatian wisatawan asal Jerman.

“Bahkan menurut palancong asal Jerman tersebut, kawasan hutan mangrove di Langadai lebih baik dari obyek wisata mangrove di Australia juga Bali,” kata Staf Ahli Bupati Kotabaru H Akhmad Rivai, di Kotabaru, Kamis.

Karena keindahanya, obyek wisata hutan mangrove Langadai yang merupakan binaan perus

ahaan semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Tarjun, juga menjadi perhatian wisatawan domestik dan mancanegara.

Banyak daerah-daerah di Indonesia yang memiliki geografis yang sama berkunjung ke obyek wisata hutan mangrove Langadai, bahkan dari beberapa kementerian juga berkunjung ke kawasan tersebut.

Selain hutan mangrove-nya memiliki keindahan tersendiri, di kawasan tersebut juga masih ada beberapa jenis primata yang dilindungi, seperti Bekantan hidung panjang (nasalis larvatus), kera ekor panjang dan pendek, serta berbagai jenis burung dan yang lainnya.

Berkunjung ke wisata hutang mangrove Langadai juga sekaligus bisa berkunjung ke penangkaran rusa sambar, bekantan dan yang lainnya oleh perusahaan Indocement.

Menurut Rivai, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait harus menyambut baik dan menindaklanjuti kondisi tersebut, dengan melakukan koordinasi dengan pihak Indocement agar obyek wisata mangrove dan yang lainnya bisa menjadi destinasi (tujuan) wisata domestik dan manca negara.

“Daerah atau SKPD bisa turut serta mengambil bagian sisi lain, untuk mendukung program Indocement yang menjadikan hutan mangrove Langadai menjadi salah satu obyek wisata di Kotabaru,” ujar dia.

Sebelumnya, Departemen Head Corporate Social Responsibility (CSR) Indocement Plant Tarjun, Teguh Iman Basoeki, mengatakan, ada tiga jenis bibit pohon yang ditanam pada kawasan hutan mangrove, yakni, bakau (Rhizophora SP), api-api (avicennia marina), dan langadai.

“Ada 3.000 batang bibit yang kita siapkan untuk ditanam di kawasanhutan mangrove. Sisanya ditanam masyarakat,” jelasnya.

Luas hutan mangrove yang rencananya ditanamai kembalis ekitar 24 hektare di sekitar Desa Langadai, yang lokasinya di sekitar perusahaan Indocement Tarjun.

Selain memperbaiki kawasan hutan yang rusak, penanaman tersebut sebagai upaya untuk menumbuhkambangkan kembali biota yang ada di dalam kawasan mangrove yang sempat hilang, serta menjadi salah satu obyek wisata alam di daerah.

Sebelumnya Indocement pada 2014 juga menanam 10.000 batang bibit mangrove jenis bakau Rhizophora SP di sekitar area perusahaan.

“Penanaman mangrove dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup, merupakan bentuk keseriusan perusahaan produksi semen Tiga Roda, dalam turut serta menjaga dan melestarikan keseimbangan lingkungan,” kata General Manager Operation Indocement, Koh Seong Joong.(IH)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>