Pemuda Nusantara Ciptakan Batik Setelah Keliling Indonesia

 

SWARA SAIJAAN – Pemuda Nusantara dari 34 provinsi yang kini melakukan pelayaran dengan KRI Teluk Bintuni 520 akan membuat batik khas Kapal Pemuda Nusantara (KPN).

Komandan Satgas Lintas Nusantara Remaja Pemuda Bahari Kolonel Laut (P) Eko Yuri Andriantoro, di Kotabaru, Senin mengatakan, setelah keliling Indonesia, pemuda-pemudi yang tergabung dalam program Lintas Nusantara Remaja Pemuda Bahari (LNRPB) dalam Sail Tomini 2015, akan menciptakan batik khas `KPN`.

“Pembuatan batik khas KPN nanti akan dipandu oleh sepasang `pemuda/pemudi batik` yang menang pada 2014 dan akan dibantu oleh seniornya pemenang batik 2013,” terang dia.

Pelayaran perdana KRI Teluk Bintuni 520 keliling daerah perbatasan ini ini membawa 282 pemuda-pemudi dari 34 provinsi di Indonesia, 25 orang Satuan Tugas (Satgas) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), 10 orang dari Kementerian Pemuda Olahraga, tiga orang dari Kementerian Kesehatan, dan 20 orang pendamping.

Selain pemuda dan pemudi dari 34 provinsi, KRI Telik Bintuni juga membawa beberapa pasang pemuda dan pemudi dari negara Asean, yakni, pemuda asal Timor Leste, Vietnam, Myanmar, dan Malaysia.

“Pemuda-pemudi dari negeri tetangga ini juga memeriahkan sekaligus mendampingi remaja dan muda-mudi nusantara dalam Sail Tomini Tahun 2015,” demikian Eka Yuri.

Dikatakan dia, setelah singgah di Pelabuhan Stagen, Kotabaru, KRI Teluk Bintuni buatan Galangan Kapal PT Daya Radar Utama (DRU) Lampung itu akan melanjutkan pelayarannya ke Pelabuhan Siau, Sulawesi Utara.

Dari Siau KRI Teluk Bintuni melanjutkan pelayaran dan singgah di Pelabuhan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

“Di Pelabuhan Melonguane nanti akan dilakukan puncak acara Kapal Pemuda Nusantara (KPN) Lintas Nusantara Remaja Pemuda Bahari (LNRPB) dalam Sail Tomini 2015,” tuturnya.

Selanjutnya, KRI Teluk Bintuni melanjutkan pelayarannya dan singgah di Pelabuhan Ternate, Maluku Utara, dan terakhir di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Eka Yuri Andriantoro mengemukakan, kenapa singgah di Pelabuhan Kotabaru, karena Kotabaru memiliki wisata bahari dan kemaritiman yang cukup baik. Apabila sumber daya tersebut dikembangkan, maka kedepan Kotabaru akan menjadi destinasi atau tujuan wisata domestik dan mancanegara.

Staf Ahli Bupati Kotabaru Asbili, mengemukakan, Kotabaru merupakan salah satu kabupaten dari 13 kabupaten/kota di Kalsel yang berada tenggara Pulau Kalimantan.

Luas wilayah Kabupaten Kotabaru terluas atau hampir seperempat wilayah di Kalimantan Selatan.

Kotabaru yang memiliki moto `Saijaan` yang berarti seia sekata itu kaya akan obyek wisata bahari dan budaya lokal, yang bisa menjadi tujuan wisatawan yang datang dari belahan bumi.

“Untuk wisata bahari, di antaranya, Kotabaru memiliki Pulau Cinta, pulau yang menjadi tempat pendaratan penyu bertelur, dan untuk wisata budaya, Kotabaru juga ada pesta adat malasuang manu, macceratasi, dan yang lainnya,” tutur Asbili.

Pemkab Kotabaru berharap, kedepan potensi-potensi tersebut bisa menjadi menghasilkan pendapatan asli daerah.(IH)

Comments are closed.