Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 88 Tahun 2016

img_4388
Walaupun hujan mengguyur Lapangan Siring Laut depan Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kotabaru, tak memadamkan semangat ratusan pemuda daerah Kotabaru yang terdiri dari murid Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga perguruan tinggi

dalam mengikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 88 Tahun 2016, Jumat (28/10).
Kali ini Peringatan Hari Sumpah Pemuda mengangkat tema “Pemuda Indonesia Menatap Dunia”. Ada tiga karakter dan kapasitas yang perlu dikapitalisasi setiap generasi muda untuk memenangi “pertarungan” masa depan sekaligus dalam mewujudkan mimpi Indonesia. Pertama, diperlukan generasi muda yang memiliki kualitas integritas yang tinggi. Pasalnya, Indonesia di masa depan sangat membutuhkananak muda yang berintegritas tinggi, serta memiliki mentalitas antikorupsi.Indikasi diperlukannya integritas tinggi dan mentalitas antikorupsi ini terlihat dariproblem korupsi yang kian menggerogoti sendi-sendi kehidupan bangsa. Inilah salah satu upaya untuk memperbaiki wajah Indonesia di masa depan. Karena itu, pemerintah dan institusi pendidikan perlu memfasilitasi terbangunnya mentalitas antikorupsi di kalangan pemuda, pelajar, dan mahasiswa. Kedua, kapasitas keahlian dan intelektual yang cukup mumpuni. Para Pemuda misalnya, perlu mendalami studinya secara serius agar menjadi spesialis keilmuan tertentu, yaitu memiliki spesialisasi dalam menguasai suatu bidang pengetahuan secara mendalam sesuai dengan bidang studinya masing-masing. Para pemuda perlu memiliki skill tertentu untuk bersaing di dunia kerja. Indonesia di masa depan jelas memerlukan generasi muda yang profesional dan menguasai ilmu pengetahuan secara “mendalam” untuk memenangi kompetisi sekaligus
mewujudkan mimpi Indonesia.
Ketiga, karakter kepemimpinan yang peduli dan profesional. Karakter ini tidak bisa didapatkan di dalam ruang belajar saja. Kepemimpinan didapatkan dari pengalaman aktivitas keorganisasian, baik di kampus maupun di lingkungan masyarakat. Di situlah para pemuda ditempa untuk menyelesaikan berbagai konflik dan persoalan, diasah kemampuan manajerialnya, dan dilatih untuk peduli dan memahami lingkungan serta masyarakatnya. Di sini pula, kepekaan sosial dan kekritisan sering kali tumbuh. Justru para pemuda dan mahasiswa yang memiliki karakter kepemimpinan inilah yang di masa depan diperlukan untuk menggerakkan masyarakat dalam meraih kesuksesan kolektif sekaligus
menggapai kegemilangan Indonesia.
Ketua KNPI periode 2016/2019 Sayed Ali Alidrus mengatakan kepada seluruh Pemuda Indonesia, khususnya Pemuda Kotabaru terus mempertahankan semangat perjuangan pemuda kemerdekaan Republik Indonesia agar terus berjuang dengan rasa nasionalisme yang tinggi membangun Indonesia maju.
Sayid Ali mengharapkan kepada para pemuda Indonesia untuk terus  mengukirkan prestasi dan hindari Narkoba.
“Jangan pernah mencoba Narkoba dan terus ukirkan prestasi”. Tutur Sayid Ali.
Sementara itu Wakil Bupati Kotabaru Burhanuddin yang membina khidmatnya jalan upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga yang berisikan melalui Peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini menyampaikan salam hangat bagi tokoh tokoh Pemuda diseluruh penjuru negeri dan mancanegara beserta keluarga untuk tetap berjuang dengan sekuat tenaga demi kemajuan dan kemakmuran Bangsa Indonesia dan terus menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lahirnya Sumpah Pemuda berawal dari Kongres Pemuda II yang dilaksanakan pada 27 dan 28 Oktober 1928. Kegiatan ini menjadi refleksi dari fenomena yang terjadi saat itu.
Kongres Pemuda II ini digelar dalam tiga sesi di tiga tempat berbeda di Jakarta oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang diketuai Sugondo Djojopuspito, dengan anggota pelajar dari seluruh wilayah Indonesia.
Sedangkan tiga tempat yang dijadikan tempat pergelaran Kongres Pemuda itu yakni pada rapat pertama, Sabtu 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein yang lebih dikenal dengan Lapangan Banteng.
Rapat kedua, Minggu 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop di Jalan Medan Merdeka Utara. Kemudian pada rapat ketiga atau rapat penutup, dilaksanakan di Gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106. Ketiga tempat ini berlokasi di Jakarta Pusat.
Sejumlah perwakilan pemuda turut hadir dalam Kongres Pemuda tersebut. Di antaranya, Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dan sebagainya.
Tidak ketinggalan beberapa pengamat dari pemuda Tionghoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.
Berbekal Kongres Pemuda ini lahirlah tiga keputusan penting mengenai komitmen pemuda-pemudi Indonesia terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>