Kejati Propinsi Kalsel Kunjungi Kotabaru

IMG_20170411_095258

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Propinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Abdul Muni kunjungi Kabupaten Kotabaru, dalam rangka kunjungan kerja, dari Kabupaten Tanah Bumbu menuju Kotabaru, rombongan Kejati menaiki Kapal Pesiar milik salah satu pengusaha sukses di Kalsel,Selasa (11/04).
Prosesi penyambutan rombongan Kejati dilaksanakan di Pelabuhan Pelindo III Terminal Panjang (Pelabuhan Panjang) Kotabaru, oleh Bupati Kotabaru H. Sayed Jafar, Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru Indah Laila, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Fatma Idiana Sayed Jafar, Plt. sekretaris Daerah H. Suriansyah, Forkopinda, Para Kepala SOPD atau yang mewakilinya.
Setelah dilakukan prosesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan di Operation Room Sekretariat Daerah Kabupaten Kotabaru, untuk mendengarkan pengarahan dari Kejati Propinsi Kalsel H. Abdul Muni.
Sebelum H. Abdul Muni menyampaikan arahannya, Bupati Kotabaru mengucapkan selamat datang dan mengatakan bahwa ” Kemajuan Kotabaru masih seperti yang dulu, oleh karena itu kami minta wejangan dan arahan dari bapak.” Ujarnya.
Pada sambutan dan arahan Kejati Propinsi Kalsel H. Abdul Muni mengatakan ” Kami ucapkan terima kasih atas penerimaan yang luar biasa, dan tidak akan kami lupakan selamanya.”
“Bagi pejabat baru seperti saya wajib melakukan kunjungan ke daerah, dengan tujuan untuk melihat kinerja dilapangan, agar kedepannya dari yang kurang bagus, menjadi bagus.” Ujarnya.
H. Abdul Muni juga mengatakan bahwa ” Saya hanya mengingatkan kepada jajaran bapak, karena saat ini lagi booming tentang tugas dan fungsi yang mengalami penyimpangan.”
Disampaikan oleh H. Abdul Muni bahwa cikal bakal penyimpangan itu sudah ada sejak zaman Nabi Adam, yaitu berasal dari bisikan iblis.
Begitu pula dengan adanya tindak korupsi adalah penyimpangan yang berasal dari bisikan iblis, oleh karena itu diberikan solusi untuk menghindarinya.
Adapun solusi yang diberikn untuk menghindari bisikan iblis tersebut yaitu selalu mendekatkan diri kepada Allah, bentengi diri masing-masing dengan mempertebal keimanan, menjadi orang yang pandai bersyukur atas segala nikmat, dan dalam rumah tangga gunakan manajemen kebutuhan dan bukan manajemen keinginan.(Em)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>